Blefaritis Pembegkakan Pada Kelopak Mata

Blefaritis Pembegkakan Pada Kelopak Mata

https://apoteozi.files.wordpress.com/2017/05/mata-bengkak.jpg

Definisi Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan yang menyerangbagian kelompak mata menjadi bengkak dan merah. Blefaritis ditandai dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar di dekat kelopak mata yang merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di kulit.

 

Jenis Blefaritis

Ada 2 jenis blefaritis, yaitu :

  1. Blefaritis posterior terjadi saat adanya peradangan pada kelenjar Meibomian karena tersumbat oleh kotoran, serpihan kulit, serta inflamasi. Tidak hanya itu, penyumbatan pada kelenjar yang ada di sepanjang tepi kelopak mata tepatnya di belakang pangkal bulu mata ini bisa pula terkait karena kondisi lain seperti rosacea.
  2. Pada blefaritis anterior tandanya adalah adanya peradangan pada kulit di area pangkal bulu mata. Jenis ini biasanya dikarenakan adanya reaksi terhadap bakteri staphylococcus. Tidak hanya itu, blefaritis anterior pun bisa terkait dengan kondisi dermatitis seboroik. Gejala blefaritis umumnya memburuk di pagi hari.

 

Penyebab Blefaritis

Blefaritis terjadi ketika kelenjar minyak yang terletak dekat pangkal bulu mata mengalami kerusakan. Namun juga seringkali merupakan kondisi kronis, yang berarti mungkin memerlukan perawatan jangka panjang.

Penyakit dan kondisi yang dapat menyebabkan blefaritis meliputi:
1. Dermatitis seboroik, ketombe dari kulit kepala dan alis.
2. Infeksi bakteri.
3. Rusaknya kelenjar minyak di kelopak mata.
4. Rosacea, suatu penyakit kulit yang ditandai dengan kemerahan pada wajah.
5. Alergi, termasuk reaksi alergi terhadap obat mata, kontak lensa, atau riasan mata.
6. Tungau.

 

Gejala Blefaritis

  • Gatal pada kelopak bul mata.
  • Mata memerah.
  • Merah dan bengkak pada kelopak mata.
  • Pengelupasan kulit di disekitar mata.
  • Rasa terbakar dimata.
  • Kelopak mata berminyak.
  • Nyeri dibagian kelopak mata.
  • Bulu mata berkerak saat bangu tidur.
  • Mata berair atau bisa juga terasa kering.
  • Pertumbuhan blu mata yang tak normal.
  • bulu mata rontok.
  • Peka terhadap cahaya.

 

Diagnosis Blefaritis

Diagnosis ditentukan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan. Dokter akan menggunakan alat khusus yang menyerupai kaca pembesar agar dapat melihat keadaan mata dengan lebih detail.Dokter juga akan memriksa sampel kerak kulit atau minyak pada kelopak mata untuk mengetahui penyebab blefaritis atau adanya penyebab lain.

 

Pengobatan Blefaritis

Pengobatan utama adalah membersihkan pinggiran kelopak mata untuk mengangkat minyak yang merupakan makanan bagi bakteri. Bisa digunakan sampo bayi atau pembersih khusus. Untuk membantu membasmi bakteri kadang diberikan salep antibiotik (misalnya erythromycin atau sulfacetamide) atau antibiotik per-oral (misalnya tetracycline). Jika terdapat dermatitis seboroik, harus diobati. Jika terdapat kutu, bisa dihilangkan dengan mengoleskan jeli petroleum pada dasar bulu mata.

Sebagai tambahan sebaiknya dalam proses pengobatan pasien banyak mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3, karena omega-3 dapat membantu meyembuhkan gejala blefaritis yang dialami. Diantaranya :

  • Kacang kedelai atau Kacang-kacangan.
  • Ikan sarden, salmon dan tuna.
  • Sayur hijau.
  • Biji-bijian.

 

Komplikasi Blefaritis

  1. Luka pada kelopak mata.
  2. Bentuk tepi kelopak mata yang berubah (melipat ke dalam atau ke luar).
  3. Konjungtivitis.
  4. Tukak pada kornea akibat iritasi berkepanjangan.
  5. Kerusakan pada kornea akibat tukak pada kornea yang tidak tertangani.
  6. Kalazion atau benjolan seperti bintit yang muncul di bagian dalam kelopak mata.
  7. Rasa tidak nyaman ketika memakai kontak lensa.
  8. Pertumbuhan bulu mata yang tidak normalKerontokan bulu mata.
  9. Bintit atau benjolan yang terasa menyakitkan di tepi kelopak mata akibat infeksi yang berkembang.

 

Pencegahan Blefaritis

  1. Bersihkan wajah secara bersih secara teratur.
  2. Pastikan selalu memberiskan alt make up anda.
  3. Jaga kebersihhan tagan agar tidak terkontaminasi bakteri saat menyentuh mata.
  4. Jangan menggosok-gosok mata yang gatal agar tidak memperluas penyebarannya.

Segera periksakan kedokter apabila megalami gejala pembengkan dimata.

Keratitis Menggangu Fungsi Mata- Pencegahan dan Pengobatannya

Keratitis Menggangu Fungsi Mata- Pencegahan dan Pengobatannya

https://apoteozi.files.wordpress.com/2017/05/keratitis.png?w=330&h=213

Kerstitis adalah suatu gangguan penglihatan yang disebabkan oleh infeksi atau non-infeksi (peradangan). Bisa berupa cedera, pengguanan lensa kontak terlaulama, bakteri, virus , jamur dan parasit.

 

Tanda-Tanda Terkena Keratitis

  1. Mata sering megeluarkan kotoran.
  2. Mata memerah,
  3. Terasa panas.
  4. Berair.
  5. Pandangan kabur.
  6. Terasa Mengganjal.
  7. Sulit membuka kelopak mata.
  8. Sangat sensitif saat terkena cahaya atau fotofobia.
  9. Terasa nyeri.
  10. Bengkak disekitar mata.

 

Penyebab dan Faktor Resiko Keratitis

Keratitis dapat disebabkan oleh proses infeksi ataupun peradangan steril (tidak ada kuman infeksi yang menyerang). Infeksi pada kornea dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, virus ataupun protozoa (Acanthamoeba sp.
Selai itu ada juaga beberapa hal yang dapat menyebabkan kertitis adalah :

  1. Trauma, Apabila salah satu atau kedua kornea tergores atau bahkan tertusuk benda asing, maka dapat menyebabkan keratitis tanpa disertai infeksi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan apabila luka pada kornea tersebut dapat menjadi jalan masuk bakteri atau jamur sehingga terjadi keratitis infeksius.
  2. Pengguanaan air yang terkontaminasi.
  3. Penggunaan lensa kontak.
  4. Daya tubuh melemah.
  5. Suhu lembab.
  6. Kurang asupan Vitamin A.
  7. Kebersihan yang kuarang.
  8. Pegguanan obat mata secara sembaragan
  9. Komplikasi penyakit sistemik, seperti diabetes militus, HIV/AIDS dan kanker.

 

Diagnosis Dokter Keratitis

  • Pertama dokter akan bertanya tentag gejala yag telah dialami.
  • Pemeriksaan fisik, seperti fugsi peglihatan dan struktur mata.
  • Pemeriksaan laboratorium, yaitu dengan mengambil sampel cairan yang keluar dari mata.
  • Tes darah, tes ini juga disarankan kepada pasien yang didga terkena keratitis karena penyakit lain.

 

Penanganan Keratitis

Penanganan keratitits berbeda-beda berdasarkan penyebab, tingkatkeparahan serta kondisi kesehatan pasien.

Beda halnya dengan kertitis yang disebabkan olrh infeksi. umumnya keratitis jenis ini memberikan obat-obatan tertentu, yaitu :

  1. Obat antivirus untuk menangani inflamasi kornea mata akibat virus.
  2. Antibiotik untuk mengobati keratitis yang dipicu oleh infeksi akibat bakteri. Jenis obat ini juga bisa digunakan untuk keratitis akibat parasit.
  3. Obat antijamur untuk mengatasi keratitis akibat jamur.

Kebanyakan dokter memberikan obat berupa obet tetes mata ada juga yang berupa obat mium.

 

Pencegahan Kerratitis

  1. Menggunakan kacamata khusus untuk melindungi mata .
  2. Jangan menyentuh bagian mata .
  3. Hindari penggunaan obat tetes mata golongan steroid tanpa anjuran dokter.
  4. Jangan lupa untuk melepas lensa kontak sebelum Anda tidur atau berenang.
  5. Mengikuti petunjuk penggunaan dan cara membersihkan lensa kontak dengan baik.
  6. Jangan saling bertukar alat make up membersihkan make up terutama eyeliner dan eyeshadow dengan baik .
  7. Gunakan obat tetes mata yang berfungsi melembabkan kornea .
  8. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A, seperti wortel, tomat, manga, kentang, bayam, buah-buahan yang berwarna orange.

BAHAYA uveititis, Bila Tidak Segera Ditangani Secara Tepat dan Tuntas ?

BAHAYA uveititis, bila tidak segera ditangani secara tepat dan tuntas ? bisa memicu glaukoma, katarak, bahkan edema retina, yang bisa menimbulkan kebutaan/menurunnya penglihatan mata secara permanen.

https://apoteozi.files.wordpress.com/2017/05/uveitis.png

Uveitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan uvea. uvea meliputi bagian berwana mata (iris), selaput tipis yang banyak menggandung pembuluh darah koroid dan badan silier (bagian mata yag menyambng semuanya. Uveitis harus segera diobati.

 

Penyebab Uveitis

  • Infeksi.
  • Gangguan autoimun yang mana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan tubuh yang sehat. Kondisi ini terjadi pada penyakit psoriasis, radang usus (kolitis ulseratif dan penyakit Crohn), sklerosis multipel, arthritis reaktif, dan penyakit ankylosing spondylitis.
  • Efek samping operasi pada mata.
  • Akibat suatu cedera atau trauma pada mata.
  • Limfoma atau kanker pada sistem limfatik yang menghubungkan nodus limfa di seluruh tubuh.

 

Faktor Resiko Uveitis

Ada banyak faktor risiko untuk uveitis, seperti perubahan genetis dan kadang akibat kebiasaan merokok. Menggunakan lensa kontak juga meningkatkan kemungkinan terkena uveitis.

 

Jenis Uveitis

Berdasarkan lokasi terjadinya uveitis terbagi menjadi 4, yaitu :

  1. Uveitis posterior adalah peradangan pada koroid.
  2. Uveitis difus (juga disebut panuveitis) adalah peradangan pada semua area uvea.
  3. Uveitis anterior adalah peradangan pada iris dan badan silier.
  4. Uveitis intermediet adalah peradangan pada tubuh ciliary.

Uvietis dapat menyerang pasien usia berapaun.  menurut penelitian dari California, Amerika Serikat, lebih dari 280.000 warga Amerika terserang uveitis setiap tahunnya. Uveitis adalah penyebab pada 30.000 kasus baru kebutaan per tahun dan hingga 10% keseluruhan kasus kebutaan. Anterior uveitis adalah jenis yang paling umum, dengan 8 hingga 15 kasus per 100.000 orang. Jenis uveitis ini menyerang pria dan wanita dengan angka yang sama. Uveitis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut

Karena itu disarankan untuk melaukan pemeriksaan sejak dini dan rutin serta apabila memiliki gejala-gejala gangguan mata yang tak kunjung sembuh.

 

Tanda-tanda Terkena Uveitis

  • Mata memerah.
  • Sakit kepala.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Pupil tidak bereaksi.
  • Menurunnya kemampuan mata melihat objek yang berada disamping.
  • Pandangan kabur.
  • Nyeri pada mata.
  • Bercak yang melayang di depan mata.
  • Perubahan tekanan bola mata.
  • Perubahan pada lensa, berupa pengendapan sel radang, pengendapan pigmen, dan perubahan kejernihan lensa.
  • Kekeruhan dalam bilik depan mata yang disebabkan oleh meningkatnya kadar protein, sel, dan fibrin.
  • Perubahan kornea, kreatik presipitat.Terjadi karena pengendapan selradang dalam bilik mata depan pada endotel kornea akibat aliran konveksi akuos humor, gaya berat dan perbedaan potensial listrik endotel kornea.

 

Diagnosis Uveitis
Diagnosis ditentukan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pada ujung iris tampak penojolan pembuluh darah, perubahan yang ringan pada kornea serta kekeruhan pada cairan yang mengisi mata (humor vitreus).
Pemeriksaan awal uveitis biasanya dilakukan dengan menggunakan lampu slit, yaitu sebuah alat khusus untuk memeriksa mata yang memiliki kinerja menyerupai mikroskop. Selain ini, pemeriksaan scan mata, pemeriksaan darah dan X-ray juga dilakukan apabila diperlukan.

 

Pengobatan Uvietis

Pengobatan akan didasarkan pada hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan pasien. Diantaranya :

  1. Pemberian kortikosteroid. untuk menghentikan inflamasi. Jika cara ini tidak berhasil, dokter bisa meresepkan kortikosteroid dalam bentuk pil atau obat suntik.
  2. Obat-obatan penekan sistem imun atau obat-obatan cytotoxic.
  3. Operasi pemasangan alat di dalam mata yang dapat melepaskan obat (misalnya kortikosteroid) secara berkala selama jangka waktu tertentu dan operasi vitrektomi untuk menghilangkan sebagian cairan vitreous atau badan kaca di dalam mata.

 

Komplikasi Uveitis
Uveitis dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak diobati secepatnya, terutama pada jenis intermediate dan posterior. Selain itu, komplikasi juga berisiko dialami oleh penderita uveitis kronis dan penderita uveitis yang berusia di atas 60 tahun ke atas.
Beberapa jenis komplikasi akibat uveitis adalah:

  1. Sinekia posterior (kondisi yang mana iris melekat pada lensa mata akibat peradangan).
  2. Katarak, yaitu munculnya tekstur keruh pada lensa mata yang dapat mengganggu penglihatan atau bahkan kebutaan.
  3. Glaukoma, yaitu peningkatan tekanan yang terjadi di dalam mata yang dapat menyebabkan rusaknya saraf optik.
  4. Ablasi retina, yaitu terpisahnya retina dari pembuluh darah yang menyuplainya.
  5. Edema makula kistoid atau pembengkakan pada retina.

 

Pencegahan Uveitis 

  • Berhenti dan jagang merokok.
  • Menerapkan pola hidup sehat.