BAHAYA uveititis, Bila Tidak Segera Ditangani Secara Tepat dan Tuntas ?

BAHAYA uveititis, bila tidak segera ditangani secara tepat dan tuntas ? bisa memicu glaukoma, katarak, bahkan edema retina, yang bisa menimbulkan kebutaan/menurunnya penglihatan mata secara permanen.

https://apoteozi.files.wordpress.com/2017/05/uveitis.png

Uveitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan uvea. uvea meliputi bagian berwana mata (iris), selaput tipis yang banyak menggandung pembuluh darah koroid dan badan silier (bagian mata yag menyambng semuanya. Uveitis harus segera diobati.

 

Penyebab Uveitis

  • Infeksi.
  • Gangguan autoimun yang mana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan tubuh yang sehat. Kondisi ini terjadi pada penyakit psoriasis, radang usus (kolitis ulseratif dan penyakit Crohn), sklerosis multipel, arthritis reaktif, dan penyakit ankylosing spondylitis.
  • Efek samping operasi pada mata.
  • Akibat suatu cedera atau trauma pada mata.
  • Limfoma atau kanker pada sistem limfatik yang menghubungkan nodus limfa di seluruh tubuh.

 

Faktor Resiko Uveitis

Ada banyak faktor risiko untuk uveitis, seperti perubahan genetis dan kadang akibat kebiasaan merokok. Menggunakan lensa kontak juga meningkatkan kemungkinan terkena uveitis.

 

Jenis Uveitis

Berdasarkan lokasi terjadinya uveitis terbagi menjadi 4, yaitu :

  1. Uveitis posterior adalah peradangan pada koroid.
  2. Uveitis difus (juga disebut panuveitis) adalah peradangan pada semua area uvea.
  3. Uveitis anterior adalah peradangan pada iris dan badan silier.
  4. Uveitis intermediet adalah peradangan pada tubuh ciliary.

Uvietis dapat menyerang pasien usia berapaun.  menurut penelitian dari California, Amerika Serikat, lebih dari 280.000 warga Amerika terserang uveitis setiap tahunnya. Uveitis adalah penyebab pada 30.000 kasus baru kebutaan per tahun dan hingga 10% keseluruhan kasus kebutaan. Anterior uveitis adalah jenis yang paling umum, dengan 8 hingga 15 kasus per 100.000 orang. Jenis uveitis ini menyerang pria dan wanita dengan angka yang sama. Uveitis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut

Karena itu disarankan untuk melaukan pemeriksaan sejak dini dan rutin serta apabila memiliki gejala-gejala gangguan mata yang tak kunjung sembuh.

 

Tanda-tanda Terkena Uveitis

  • Mata memerah.
  • Sakit kepala.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Pupil tidak bereaksi.
  • Menurunnya kemampuan mata melihat objek yang berada disamping.
  • Pandangan kabur.
  • Nyeri pada mata.
  • Bercak yang melayang di depan mata.
  • Perubahan tekanan bola mata.
  • Perubahan pada lensa, berupa pengendapan sel radang, pengendapan pigmen, dan perubahan kejernihan lensa.
  • Kekeruhan dalam bilik depan mata yang disebabkan oleh meningkatnya kadar protein, sel, dan fibrin.
  • Perubahan kornea, kreatik presipitat.Terjadi karena pengendapan selradang dalam bilik mata depan pada endotel kornea akibat aliran konveksi akuos humor, gaya berat dan perbedaan potensial listrik endotel kornea.

 

Diagnosis Uveitis
Diagnosis ditentukan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pada ujung iris tampak penojolan pembuluh darah, perubahan yang ringan pada kornea serta kekeruhan pada cairan yang mengisi mata (humor vitreus).
Pemeriksaan awal uveitis biasanya dilakukan dengan menggunakan lampu slit, yaitu sebuah alat khusus untuk memeriksa mata yang memiliki kinerja menyerupai mikroskop. Selain ini, pemeriksaan scan mata, pemeriksaan darah dan X-ray juga dilakukan apabila diperlukan.

 

Pengobatan Uvietis

Pengobatan akan didasarkan pada hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan pasien. Diantaranya :

  1. Pemberian kortikosteroid. untuk menghentikan inflamasi. Jika cara ini tidak berhasil, dokter bisa meresepkan kortikosteroid dalam bentuk pil atau obat suntik.
  2. Obat-obatan penekan sistem imun atau obat-obatan cytotoxic.
  3. Operasi pemasangan alat di dalam mata yang dapat melepaskan obat (misalnya kortikosteroid) secara berkala selama jangka waktu tertentu dan operasi vitrektomi untuk menghilangkan sebagian cairan vitreous atau badan kaca di dalam mata.

 

Komplikasi Uveitis
Uveitis dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak diobati secepatnya, terutama pada jenis intermediate dan posterior. Selain itu, komplikasi juga berisiko dialami oleh penderita uveitis kronis dan penderita uveitis yang berusia di atas 60 tahun ke atas.
Beberapa jenis komplikasi akibat uveitis adalah:

  1. Sinekia posterior (kondisi yang mana iris melekat pada lensa mata akibat peradangan).
  2. Katarak, yaitu munculnya tekstur keruh pada lensa mata yang dapat mengganggu penglihatan atau bahkan kebutaan.
  3. Glaukoma, yaitu peningkatan tekanan yang terjadi di dalam mata yang dapat menyebabkan rusaknya saraf optik.
  4. Ablasi retina, yaitu terpisahnya retina dari pembuluh darah yang menyuplainya.
  5. Edema makula kistoid atau pembengkakan pada retina.

 

Pencegahan Uveitis 

  • Berhenti dan jagang merokok.
  • Menerapkan pola hidup sehat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s